Alergi : Tak Di Inginkan, Namun Ada

Kebetulan saya adalah seorang ayah dari dua anak yang menurut saya spesial, kenapa? Kedua anak saya Divonis Alergi sejak bayi. Namun, saya bersama istri tidak putus semangat memerangi alergi pada anak kedua anak kami.

Awal mula anak saua yang kebetulan perempuan, Sejak usia kurang lebih 4 bulan, terserang demam, setelah mendapatkan pengobatan antibiotik oleh dokter di salah satu rumah sakit, mata dan beberapa bagian wajah bengkak dan memar.

Saat itu, kami yang masih belum berpengalaman merawat bayi, akhirnya membawa di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Mendapatkan penanganan dan di rawat oleh salah satu dokter spesialis anak, anak pertama kami ternyata di vonis alergi obat antibiotik.

Sejak itu, anak pertama kami sering keliar masuk rumah sakit tersebut karena demam dan terdengar “grok grok” pada dadanya. Akhirnya, anak pertama kami disarankan untuk mengkonsumsi salah satu susu anti alergi yang harganya cukup mahal.

Akhirnya, kami pun mencoba susu formula sapi, Alhamdulillah, sudah tidak sering demam maupun sesak mafas.

Tak hanya anak pertama kami, anak kedua kami pun juga di vonis alergi, bahkan jika alerginya kambuh, anak kedua kami mengalami sesak nafas. Pernah saat sakit sesak nafas, satu rasi anak kedua ini di bawah 70, Dokter yang menangani saat itu merekomendasikan untuk di rawat di ICU. Alhamdulillahnya, setelah mendapatkan penanganan di IGD dengan cara nebul, satu rasi berangsur normal hingga mendapatkan perawatan selama beberapa hari di Rumah sakit.

Anak kedua kami ini, juga mengkonsumsi susu anti alergi yang direkomendasikan oleh Dokter Spesialis anak. Hingga berjalan di Usia 3 tahun, anak kedua kami masih mengkonsumsi susu tersebut. Sesekali meminum susu UHT, seketika langsing mengalami sesak nafas dan demam.

Saat ini, kedua anak kami di rekomendasikan untuk mengikuti Tes Alergi dan terapi Imunologi di Rumah Sakit Tipe A yang ada di surabaya. Setiap seminggu sekali, mereka mendapatkan suntikan terapi untuk mengurangi alergi yang di alami anak kami.

Pengalaman itu, pernah sempat saya ceritakan disalah satu teman yang juga dulunya pernah mendapatkan suntikan terapi alergi. Menurutnya, sejak tuntas hingga suntikan terapi, alergi yang dialami tidak pernah kambuh, hingga ia bebas mengkonsumsi makanan yang berpotensi alergi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.