Harapan Adik Rasqa Pengidap Mikrosefali

Adik Rasqa saat menjalai terapi EEG

Setiap melakukan survei, sering kali menemukan sebuah kisah yang menarik untuk ditulis di blog ini.

Kali ini, perjalanan survei Yatim Piatu (Yapi) yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial RI, membuat cerita baru. Bahkan, saya mendapatkan informasi berharga.

Saat itu, sedang mencari alamat yang berada di dalam gang wilayah Gubeng, Surabaya, yang menurut saya agak sempit untuk dilewati, saya menemukan klien yang berstatus piatu.

Saat saya melakukan survei itu, saya tertarik dengan apa yang telah disampaikan oleh budhe dari audience yang akan saya survei. Karena, anak yang saya survei pengidap mikrosefali.

Penyakit tersebut, membuat kelainan pada otak bayi menjadi lebih kecil daripada ukuran sebenarnya.

Baca Juga  Survei Yatim Piatu, Berikan Pelajaran Tentang Kehidupan dan Perpisahan

Setelah saya melakukan survei, saya pun bertanya kepada budhenya, sejak kapan terjadinya kelainan itu terhadap Muhammad Athalla Rasqa Wiyono, yang saat ini berusia 6 tahun.

“Rasqa mengalami ini sejak kecil,” ungkap budhenya yang kebetulan namanya enggan disebut.

Setelah itu, saya pun bertanya awal mula adek Rasqa mengalami mikrosefali ini.

Budhenya mengatakan, bahwa anak tersebut mengidap penyakit ini sejak lahir. Menurutnya, Almarhum ibunya, saat hamil Rasqa sudah divonis penyakit Toksoplasmosis (penyakit bulu kucing).

“Saat almarhum ibunya hamil, menunjukkan hasil lab, bahwa dirinya terkena tokso ini,” tutur budhenya dan terlihat bersemangat menceritakan kejadian kala itu.

Saya pun bertanya, apakah pihak kelurahan atau Pemerintah Kota Surabaya mengetahui, bahwa, adik Rasqa mengidap penyakit ini?.

Baca Juga  Alergi : Tak Di Inginkan, Namun Ada

“Pihak Kelurahan, Dinas Sosial Kota Surabaya, bahkan Wali Kota Surabaya, Pak Eri Cahyadi pun tahu, jika Rasqa mengalami kelumpuhan seperti ini,” tuturnya

Ia berharap, adanya bantuan entah dari siapapun agar adik Rasqa ini melakukan aktivitas seperti anak pada umumnya.

“Minimal bisa menggerakkan tangannya mas,” kata budhenya penuh harapan itu.

Budhenya itu pun yakin, bahwa kondisi Rasqa juga bisa berkembang lebih baik.

“Kalau saya melihat di TV, ada yang kondisinya seperti Rasqa, itu bisa beraktivitas, dan saya yakin jika Rasqa bisa seperti itu,” harapan budhenya.

Kebetulan, saat saya melakukan survei itu, yang bersangkutan (Rasqa) tidak ada di rumah, karena Rasqa berada di rumah keluarga Almarhum ibunya, yang berada di daerah Simokerto.

Baca Juga  Postingan Pertama Arief Rahardjo Blog

“Rasqa tinggal bersama keluarga Almarhum ibunya, karena di situ lokasinya lebih dekat dengan Rumah Sakit untuk terapi, di RS Adi Husada Kapasari,” terangnya.

Setelah saya mendapatkan informasi tentang Adik Rasqa, bahkan informasi lainnya, saya pun berharap ada yang bisa membantu Rasqa agar bisa beraktivitas pada umumnya, saya pun sempat mencari informasi di beberapa teman terkait hal ini.

Share